KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GARVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KUDUS

Indah Puspitasari, Irawati Indrianingrum

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/ijb.v4i2.1007

Abstract

Kehamilan adalah suatu yang bersifat fisiologis dan dalam setiap perkembangan kehamilan normal, banyak keluhan yang dialami.  Keluhan yang paling umum dilaporkan ibu hamil pada trimester pertama adalah mual muntah (87,8%). Gejala mual muntah biasanya dimulai dari usia kehamilan 4 minggu sampai 7 minggu kehamilan dan hilang pada usia kehamilan 16 minggu yaitu sekitar 90%. Sebagian besar ibu hamil dengan mual muntah tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika mual muntah bertambah parah dan persisten, kondisi dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas.

Metode yang digunakan adalah desain studi deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 30 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum melalui pengukuran kuesioner PUQE. Tehnik analisa data dengan data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan umur, sebagian besar responden berumur 20-34 tahun sebanyak 15 (50%) responden. Berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan sebagian besar berpendidikan SLTA/sederajat sebanyak 20 (67%). Berdasarkan status pekerjaan didapatkan sebagian besar  bekerja sebanyak 25 (83%) responden. Berdasarkan paritas didapatkan sebagian besar multipara sebanyak 14 (47%) responden. Ibu hamil dengan resiko atau komplikasi hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan penyulit saat masa kehamilan dan dapat memberikan beban psikologis yang negatif seperti rasa takut akan masa depan kehamilannya, perasaan depresi dan kecemasan yang dapat berdampak buruk untuk perkembangan janin, sehingga penting bagi bidan maupun tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan penanganan yang komprehensif bagi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum.


Full Text:

PDF

References


AR, A. C. Y. (2012). Hubungan Antara Karakteristik Ibu Hamil dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di RSUD Ujung Berung Periode 2010-2011. Universitas Islam Bandung, 3.

Ayu, N. (2016). Patologi dan Patofisiologi Kebidanan. Nuha Medika.

Ebrahimi, N., Maltepe, C., Bournissen, F. G., & Koren, G. (2009). Nausea and Vomiting of Pregnancy: Using the 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24) Scale. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 31(9), 803–807. https://doi.org/10.1016/S1701-2163(16)34298-0

Feryanto, F. (2012). Asuhan Kebidanan Patologi. Salemba Medika.

Festin, M. (2009). Nausea and vomiting in early pregnancy Search date September 2006 Nausea and vomiting in early pregnancy. Clinical Evidence, 06(1405), 1–45. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2907767/

Handayani, S. (2015). Efek akupressur dalam mengatasi mual muntah selama kehamilan. Simposium dan Workshop Nasional Pengembangan Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia, 24.

Ida Bagus Gde Manuaba, IA Chandranita Manuaba, I. M. (2007). Pengantar Kuliah Obstetri. EGC.

Jueckstock, J. K., Kaestner, R., & Mylonas, I. (2010). Managing hyperemesis gravidarum : a multimodal challenge. i, 1–12.

Komariah, S., & Nugroho, H. (2020). Hubungan Pengetahuan, Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Aisyiyah Samarinda. KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 83. https://doi.org/10.24903/kujkm.v5i2.835

Lee, N. M., & Saha, S. (2011). Nausea and Vomiting of Pregnancy. Gastroenterology Clinics of North America, 40(2), 309–334. https://doi.org/10.1016/j.gtc.2011.03.009

Lutomski, J. E., & Greene, R. A. (2014). Hyperemesis gravidarum : current perspectives. C, 2005–2010.

Muriyasari, Fitri; Septiani, R. dan H. (2017). Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi pada awal kehamilan . keadaan umum dan mengganggu pekerjaan gejala penyakit apendisitis , pielitis dan Hiperemesis gravidarum terjadi diseluruh dunia , di beberapa negara maju gravidarum terjadi pada 1-3 %. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, X(1), 41–48.

Novita Rudiyanti dan Rosmadewi. (2019). Hubungan usia, paritas, pekerjaan dan stres dengan emesis gravidarum di Kota Bandar Lampung. Jurmal Ilmiah Keperawatan sai Betik, 15(1), 7–18.

Poursharif, B., Korst, L. M., Fejzo, M. S., MacGibbon, K. W., Romero, R., & Goodwin, T. M. (2008). The psychosocial burden of hyperemesis gravidarum. Journal of Perinatology, 28(3), 176–181. https://doi.org/10.1038/sj.jp.7211906

Putri, L. P. M. V., Wiradnyana, A. A. G. P., & Darmayasa, I. M. (2019). Karakteristik ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2017. Intisari Sains Medis, 10(2), 177–179. https://doi.org/10.15562/ism.v10i2.257

Wulandari, Y. (2017). Pengaruh Penerapan Aplikasi Sahabat Ibu Hamil terhadap Penurunan Keluhan Trimester I Kehamilan. UNPAD Bandung.

Yongky, Mohamad Judha, Rodiyah, dan S. (2012). Asuhan Pertumbuhan Neonatus Kehamilan, Persalinan Bayi dan Balita. Nuha Medika


Article Metrics

Abstract view : 30 times
PDF - 27 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.