PENGARUH BATUK PROVOKASI PADA FASE EKSPULSI JANIN TERHADAP KEJADIAN LASERASI PERINEUM

Nor Asiyah, Islami Islami, Nasriyah Nasriyah

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/ijb.v4i2.1011

Abstract

Latar Belakang: AKI di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh perdarahan, salah satu penyebab perdarahan yaitu Laserasi perineum. Untuk mengurangi drajat laserasi perineum, sebaiknya perineum tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat dilalui oleh kepala janin. Batuk provokasi pada fase ekspulsi janin merupakan perbuatan untuk membangkitkan suatu rangkaian reflek batuk yang akan menyebabkan kontraksi otot rangka. Kontraksi ini akan menyebabkan tekanan intra abdominal dan tekanan intra torakal meningkat yang berakibat terjadinya desakan pada janin sehingga akan terjadi ekspulsi janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah batuk provokatif mampu mengurangi derajat laserasi perineum. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara Quasi eksperimental designs, Subjek penelitian adalah parturient yang melahirkan di BPM Nor Asiyah, yang memenuhi kriteria tertentu seperti usia kehamilan matur, pasien dapat dikondisikan untuk batuk provokatif, bidan mengetahui saat pembukaan lengkap, Berat bayi Normal. Usia ibu tidak termasuk resiko tinggi, lama mengejan tidak melebihi 60 menit untuk multi dan tidak lebih dari 120 menit untuk primi. Responden sebanyak 40, di bagi menjadi 2 kelompok, Pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik untuk laserasi perineum pada kedua kelompok diperoleh nilai p value 0,419 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang  bermakna antara batuk provokatif pada fase ekspulsi janin terhadap kejadian laserasi perineum.


Full Text:

PDF

References


S. Susiana, “Angka Kematian Ibu : Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya,” 2019.

N. Asiyah, I. Risnawati, and F. N. Khoirunnisa’, “Effectiveness of Virgin Coconut Oil and Virgin Olive Oil on Perineal Laceration,” J. Kesehat. Masy., vol. 13, no. 3, pp. 396–403, 2018.

N. Asiyah, “Perbedaan Kejadian Ruptur Perineum pada posisi mengejan antara telentang dan kombinasi,” Jikk, vol. 4, pp. 70–77, 2013.

N. Asiyah, “Perbandingan Lama Kala II dan Berat Badan Lahir Terhadap Kejadian Ruptur Perineum,” in Urecol, 2016.

Oky, “Anatomi Reproduksi Wanita.”

J. K. Lee, “women in labor stop pushing, see amazing results.”

D. B. Setyanto, “Batuk Kronik pada Anak: masalah dan tata laksana,” Sari Pediatr., vol. 6, no. 2, p. 64, 2016.

Dyah Nuraini Widhiana, “Sensitivitas dan spesifisitas Tes Provokasi Batuk, Bersin dan Mengejan dalam mendiagnosis Hernia Nukleus Pulmosus Lumbal,” 2002.

M. A. Moeliono, “Kamus Besar Bahasa.” p. 978, 1990.

F. F. Dennis, McCool, MD, “Global Physiology and Pathophysiology of Cough,” Chestjournal, vol. 129, no. 1, pp. 48S-52S, 2006.

N. Asiyah, “Perbedaan lama kala dua serta kejadian rupture perineum pada posisi mengejan antara telentang dan kombinasi pada ibu bersalin. Tesis.pdf,” 2013.

S. R. Ida Prijatni, Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. 2016.

C. Wahyuni and S. Mahmudah, “Analisis Sikap Pasangan Usia Subur Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Penundaan Kehamilan Di Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri,” Str. J. Ilm. Kesehat., vol. 6, no. 2, pp. 59–62, 2017.

H. Mutmainah, D. Yuliasari, and A. Mariza, “Pencegahan Rupture Perineum pada Ibu Bersalin dengan Pijat Perineum,” J. Kebidanan, vol. 5, no. 2, pp. 137–143, 2019.


Article Metrics

Abstract view : 43 times
PDF - 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.