ANALISIS MASALAH KESEHATAN PENDUDUK BERDASARKAN 12 INDIKATOR KELUARGA SEHAT RUMAH SUSUN TAMBORA

Tiarlin Lavida Rahel, Aswinda Damayanti, Yustika Usman, Betshy Selvia Sitorus

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/ijb.v2i1.451

Abstract

Latar Belakang: Program Indonesia Sehat dalam agenda kelima Nawa Cita adalah meningkatkan kualitas hidup manusia. Program ini dipengaruhi oleh dinamika penduduk yang terus berkembang sehingga menimbulkan tantangan yang beragam seperti sosial ekonomi, kesehatan dan tuntutan adanya ketersediaan lahan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Kepadatan penduduk yang berbanding lurus dengan kebutuhan lahan hunian keluarga di rumah susun Tambora. Indeks keluarga sehat dapat digunakan untuk menganalisis masalah kesehatan berdasarkan 12 indikator dan secara tidak langsung menggambarkan kualitas penduduk.

Tujuan: untuk menganalisa masalah kesehatan berdasarkan 12 indikator keluarga sehat di rumah susun.

Metode: Penelitian menggunakan desain crossectional, sampel penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Rusunawa (243jiwa) dan Rusunami(244jwa) Tambora. Teknik pengambilan sampel adalah purpose sampling dengan kriteria eksklusi responden yang tidak ada di rumah ketika pendataan. Pengambilan data dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner Indeks Keluarga Sehat (IKS). Penelitian ini dilakukan selama satu bulan. Data dianalisis dengan menggunakan Indeks Keluarga Sehat

Hasil: Cakupan yang rendah yaitu anggota keluarga tidak merokok (34% vs. 26%), cakupan keluarga yang mengikuti program KB juga masih rendah di rusunawa dan rusunami (44,44% vs. 60%), cakupan bayi mendapatkan asi eksklusif di rusunawa lebih besar dibandingkan rusunami (90% vs. 66,67%).

Simpulan: Faktor pengetahuan, pendidikan, kepercayaan (mitos) merupakan aspek secara tidak langsung mempengaruhi rendahnya cakupan keluarga mengikuti program KB, anggota keluarga tidak merokok dan bayi mendapatkan ASI Ekslusif. Disarankan bagi pengelola rumah susun untuk membuat peraturan dan himbauan tentang area bebas asap rokok, larangan merokok. Bagi puskesmas diharapkan membuat penyuluhan berkala tentang bahaya asap rokok, efek samping KB dan manfaat asi eksklusif.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 68 times
PDF - 417 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.