HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KESIAPAN MENGIKUTI PROSES BELAJAR MAHASISWA S1 KEPERAWATAN SEMERTER IV STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Maya Fadlilah, Aristoteles Aristoteles, Bella Pebyana

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v11i1.573

Abstract

Pendahuluan : Tidur merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap individu. Perubahan pola prilaku dan gaya hidup dapat mempengaruhi kualitas tidur, khususnya pada mahasiswa. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi proses belajar karena mengantuk dan lelah akibat kurang tidur, sehingga mengakibatkan terganggunya kesiapan dalam proses belajar. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan, kepada 15 orang mahasiswa/i PSIK STIKes Muhammadiyah Palembang yang diwawancarai, di dapatkan bahwa 6 orang memiliki kualitas tidur baik dan 9 orang lainnya memiliki kualitas tidur kurang baik, dikarenakan tidur yang larut malam. Kebiasaan yang menyebabkan mereka tidur larut yaitu memainkan handphone dan laptop sebelum tidur. Sedangkan, untuk kesiapan mengikuti proses belajar di dapatkan 8 orang memiliki kesiapan belajar baik, 7 orang memiliki kesiapan belajar cukup, dikarenakan tidur larut malam, tidak sarapan, kurang konsentrasi saat mengikuti proses belajar (mengobrol dan memainkan handphone) dan mengantuk di kelas. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses belajar mahasiswa.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Tehnik sampling adalah Quota Sampling pada mahasiswa S1 Keperawatan semester IV yang berjumlah 91 orang dari populasi 118 orang. Hasil Penelitian : dari hasil penelitian didapatkan ada 24 responden yang memiliki kualitas tidur baik dengan hasil 17 responden memiliki kesiapan belajar baik dan 7 responden memiliki kesiapan belajar kurang baik. Sementara itu, ada 67 responden yang memiliki kualitas tidur buruk, 29 responden diantaranya memiliki kesiapan belajar baik dan 38 responden lainnya memiliki kesiapan belajar kurang baik. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p value = 0,038 (p value ≤ 0,05), artinya  diterima. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kesiapan mengikuti proses belajar mahasiswa/i S1 Keperawatan semester IV.


Full Text:

PDF

References


Ambarwati Fitri R. (2014). Konsep Kebutuhan Dasar Manusia. Yogyakarta : Dua Satria Offset.

Dorlan, W. A. Newman. (2012). Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi 28. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Fenny & Supriatmo. (2016). Hubungan Kualitas Dan Kuantitas Tidur Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran, 5(3). Diakses 27 desember 2017.

Fitriana, E. (2013). Hubungan kesiapan belajar dengan hasil belajar warga belajar kelas IX kelompok belajar paket C SKB Bondowoso. Diakses 12 Januari 2018.

Hakiim, L. (2009). Perencanaan Pembelajaran. Bandung : CV Wacana Prima.

Hartaji, Damar A. (2012). Motivasi Berprestasi pada mahasiswa yang berkuliah.

(http://digilib.uinsby.ac.id.pdf). Diakses tanggal 13 Pebruari 2018.

Hidayat, A. Aziz Alimul & Musrifatul Uliyah. (2012). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Surabaya : Health Books.

Huda. (2016). 100 Fakta Seputar Tidur yang Perlu Anda Tahu. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Indrawati, N. & Nurmiati. (2016). tentang Hubungan kecerdasan emosi dan kesiapan belajar dengan prestasi belajar pada mata kuliah Microteaching Mahasiswa Pendidikan matematika Universitas Sulawesi barat. Diakses 12 Januari 2018.

Kasiati & Ni Wayan. (2016). Kebutuhan Dasar Manusia I. Jakarta : Pusdik SDM Kesehatan.

Karwono & Mularsih. (2017). Belajar dan Pembelajaran. Depok : Rajawali Pers

Lestari, M. (2017). Hubungan Kualitas tidur dengan konsentrasi belajar Mahasiswa S1 Keperawatan semester VI STIKes Muhammadiyah Palembang.

Mardisiwi, R. M. (2016). Pengaruh kecerdasan emosional dan kesiapan belajar terhadap hasil belajar fisika siswa kelas X MIA SMA N1 Prambanan Sleman. Diakses 17 pebruari 2018.

Marlianti, D. (2015). Hubungan Kecanduan Bermain Game Online Dengan Pola Tidur Dan Motivasi Belajar Anak Usia 10-12 Tahun Di Sd Mattoangin 2 Kecamatan Mariso Kota Makassar. Diakses 21 Desember 2017.

Mirghani et al., . (2015). Good sleep quality is associated with better academic performance among Sudanese medical students. Diakses 29 Januari 2017.

Mubarok, W.I., & Chayatin, N., (2008). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori & Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC.

Mulyani, D. (2013). Hubungan kesiapan belajar siswa dengan prestasi belajar. Diakses 24 Desember 2017.

Nilifda, et al. (2016). Hubungan Kualitas Tidur dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Angkatan 2010 FK Universitas Andalas. Diakses 2 januari 2018.

Notoadmodjo S. (2012). Metodelogi Penelitan Kesehatan. Edisi 2. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam & Efendi. (2008). Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Nursalam. (2013). Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis.Ed. 3. Jakarta : Salemba Medika

Pitaloka, R. D., Utami, G. T., & Novayelinda, R. (2015). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Tekanan Darah Dan Kemampuan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau. Jom, 2(2), 1435–1443.

Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionare. Available from : (Http://www.goodmedicine.org.uk/file/assessment/%20pittsburgh%20psqi.pdf). Diakses pada Tanggal 5 januari 2018.

Putri, A. D., Kebidanan, A., Padang, A., & Akademik, N. (2017). Hubungan kualitas tidur dengan nilai akademik mahasiswa akademi kebidanan alifah padang, 1, 22–26. Diakses pada Tanggal 24 Desember 2017.

Rafknowledge. (2004). Insomnia dan gangguan tidur lainnya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Reality. (2008). Kamus terbaru bahasa Indonesia. Surabaya : Reality Publisher.

Sandjaka, A. (2015). Aplikasi SPSS untuk analisis data penelitian kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Sarfriyanda, J. ’, Karim, D. ’, & Dewi, A. P. (2015). Hubungan Antara Kualitas Tidur Dan Kuantitas Tidur Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 2(2), 1178–1185. Retrieved

from https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/view/8282. Diakses pada tanggal 28 Desember 2017

Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan. Jogyakarta : Rapha Publishing.

Slameto. (2010). Belajar & Faktor-faktor Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Slameto. (2013). Belajar & Faktor-faktor Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Studi, P., Dokter, P., Kedokteran, F., & Udayana, U. (2017). Konsentrasi Mahasiswa Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, 6(8), 1–8.

Syamsoedin, W. K. (2015). Hubungan durasi penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia pada remaja di SMA Negeri 9 Manado. Scholarly article.

Taiwo & Ruth . (2014). Sleep As A Determint Of Academic Performance Of University Student In Ogun State, South West, Nigeria.

Tarwoto & Wartonah. (2011). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.

Vaughans Bennita W. (2013). Keperawatan Dasar. Jogyakarta : Rapha Publishing.

Widyaningtyas, dkk. (2013). Peran Lingkungan Belajar dan Kesiapan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA N 1 Pati. Diakses 3 Maret 2018

Yusuf, Syamsu. L.N. (2012). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


Article Metrics

Abstract view : 24 times
PDF - 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.