FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM MEMANTAU CAIRAN INFUS

Yuli Handayani, Kristina Lisum

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v11i2.663

Abstract

Abstrak

Terapi infus adalah tindakan yang dilakukan pada klien yang menjalani rawat inap sebagai jalur terapi intravena (IV) dengan pemberian obat, cairan dan pemberian produk darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pemantauan  cairan infus sesuai dengan Standar prosedur operasional  di Ruang Medikal Bedah. Metode  yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan design deskriptif korelasi, dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian adalah 66 perawat di Ruang Medikal Bedah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik observasi dan kuesioner sebagai instrument penelitian. Data dianalisa menggunakan metode Kendals Tau B dan Kendals Tau C. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 1; Ada hubungan antara Usia dengan nilai p Value= 0.000, 2; pendidikan dengan nilai p Value= 0.007, 3; level jenjang karier dengan nilai p Value= 0.014, 4; pengetahuan dengan p Value= 0.011, 5; tidak ada hubungan antara lama kerja dengan nilai p Value= 0.259 dengan kepatuhan perawat dalam pemantauan  cairan infus sesuai dengan SOP di Rumah Sakit swasta ini. Diharapkan perawat dapat meningkatkan kualitas asuhan yang diberikan dan memberikan pelatihan tentang pemantauan cairan infus yang diberikan oleh tim Nursing Education di RS, sehingga dapat menurunkan terjadinya komplain terhadap cairan infus yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien.

Kata kunci: Pemantauan, terapi infus, kepatuhan perawat, Standar prosedur operasional

 


Full Text:

PDF

References


Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Infusion Nurses Society, et al. (2010). Infusion Nursing. Elsevier.

Kaloa,Kumaat,Mulyadi. (2017, Februari). Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Kepatuhan Terhadap Standar Operasional Prosedur Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof Dr.D.Kandou Manado. e-journal Keperawatan (e-kp), 5(1).

Moniung, Rompas, Lolong. (2016, November). Hubungan Lama Kerja Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Melaksanakan SOP Pemasangan Infus di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. e-journal keperawatan (e-kp), 4(2).

Setiadi. (2012). Konsep dan Penelitian Dokumentasi Asuhan keperawatan. Jogjakarta: Graha ilmu.

Suprapto. (2015). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Pemasangan Infus Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Protap Pemasangan Infus di Instalasi Gawat Darurat RS TK II Pelamonia Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada , 1(2), 759 - 768.

Wawan,A. & Dewi,M. (2011). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Prilaku Manusia. Jogjakarta: Nuha Medika.

Wayunah, Elly Nurachmah, Sigit Mulyono. (2013, Juli). Pengetahuan Perawat Tentang Terapi Infus Mempengaruhi Kejadian Plebitis dan Kenyamanan Pasien. Jurnal Keperawatan Indonesia, 16(2), 128 - 137.

Widiawati, Apriana, Merdekawati. (2017). Hubungan Supervisi dan Motiivasi Dengan Pemberian Cairan Infus sesuai SPO oleh Perawat Pelaksana. Jurnal Endurance, 2(3), 280 -284.

Zakiyah. (2012). Pengaruh Supervisi Pimpinan Ruangan Terhadap Pelaksanaan Pemberian Cairan Intravena di RS. Umum Siduarto. Tesis.

https://halosehat.com/review/tindakan-medis/akibat-kelebihan-cairan-infus diakses pada tanggal 31/01/2018


Article Metrics

Abstract view : 27 times
PDF - 21 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.