IMPROVING THE KNOWLEDGE MANAGEMENT WITH TRAINING BASIC EMERGENCY OBSTETRIC NEONATAL TO MIDWIFE IN SURAKARTA HEALTH CENTER

Ropita Sari, Mujahidatul Musfiroh, Dyah Krisnawati Satia Pratiwi

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v10i2.670

Abstract

Abstrak

Pengetahuan bidan yang baik dan tepat sangat mendukung upaya pelayanan ibu dan anak yang komprehensif. Pengetahuan tentang Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED) memberikan dasar pada bidan untuk mengidentifikasi komplikasi atau  kegawatdaruratan kehamilan, persalinan, nifas dan neonatal. Salah satu upaya peningkatan pelayanan kebidanan, melalui pelatihan PONED pada bidan di puskesmas agar bisa menurunkan risiko kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bidan tentang penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi. Metode penelitian  secara observasional analitik dengan rancangan The One Group Pretest Post Test dan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini perwakilan bidan Puskesmas rawat inap dan rawat jalan sebanyak 17 orang. Teknik pengambilan sampel secara Proporsional Random Sampling, sampel acak dengan proporsi bidan yang bekerja di Puskesmas di Surakarta. Sampel yang memenuhi kriteria retriksi 17 responden. Hasil  1 bidan pengetahuan lebih jelek setelah di beri pelatihan, 2 bidan berpengetahuan tetap sebelum maupun setelah pelatihan, 14 bidan mempunyai pengetahuan lebih baik setelah pelatihan. Hasil analisis univariat menunjukkan rerata pretes = 73.41, median = 71.4, nilai maksimum = 82.8 dan nilai minimum = 65.7. Hasil posttest menunjukkan rerata = 81.14, median = 80, nilai maksimum = 88.5, nilai minimun = 74.2. Hasil penelitian bivariat Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001, signifikan (p < 0,05). Secara statistic terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum pelatihan dibandingkan setelah  pelatihan. 

 

 

Kata Kunci:Pengetahuan bidan, pelatihan  PONED, bidan  puskesmas

 

 

Abstract

Knowledge of good and appropriate midwives strongly supports comprehensive maternal and child care efforts. Knowledge of Basic Emergency Obstetric Neonatal Services (PONED) provides a basis for midwives to identify complications or emergencies of pregnancy, childbirth, postpartum and neonatal. One effort to improve midwifery services, through PONED training for midwives in health centers so as to reduce the risk of morbidity and mortality in mothers and infants. The Aim : This study aims  to improve the knowledge of midwifery about handling maternal and neonatal emergencies. Methods : The design of this study was observational analytic with one group pretest and posttest and cros sectional approach. The population of the study was 17 representatives midwives in inpatient and outpatient health care. The sampling technique used proportional random sampling, the random sampling was taking by accounted the number of midwives who work in primary health care in Surakarta. The sample that include in restriction criteria was 17 respondents. Result : The results of 1 knowledge midwife were worse after being given training, 2 knowledgeable midwives remained before and after the training, 14 midwives had better knowledge after training. The results of univariate analysis showed a mean pretest = 73.41, median = 71.4, maximum value = 82.8 and minimum value = 65.7. The posttest results showed a mean = 81.14, median = 80, maximum value = 88.5, minimum value = 74.2. The bivariate results of the Wilcoxon Test showed p value = 0.001, significant (p <0.05). Statistically there were significant differences in knowledge between before training compared to after training.

Keywords:The midwife knowledge, PONED training, midwife on the health center

Full Text:

PDF

References


DAFTARPUSTAKA

Achmadi, U. (2013). Kesehatan Masyarakat : Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Budiman, A. R. (2013). Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

C Stanton, et al. Skilled care at birth in developing world: Progress to date and strategies for expanding coverage. Journal of Biosocial Science. 2007 Jan; 01: 109-120.

Depkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor.128/MENKES/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. 2004

Dewi, A. W. (2010). Teori Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Dewi, R. (2009). Pengaruh Pelatihan terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Petugas dalam Pengelolaan Vaksin Program Imunisasi di Unit Pelayanan Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Dinas Kesehatan Kota Surakarta. (2014). Profil Kesehatan Kota Surakarta. Surakarta: Dinas Kesehatan Kota Surakarta.

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengan. (2014). Buku Saku Kesehatan Jawa Tengan Triwulan 3. Jawa Hengah: Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah.

Fitriani, S. (2011). Promosi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hamzah, U. (2007). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

K Hamida, S. Z. (2012). Penyuluhan Gizi dengan Media Komik untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Keamanan Jajanan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8, 67-73.

Kartika, T. (2014). Pengaruh Pelatihan Higiene Sanitasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Penjamah Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta: Perpustakaan Pusat UGM.

Maulana. (2009). Promosi Kesehatan. Jakarta: EGC.

Muflihah, S. (2013). Pengaruh Pelatihan Deteksi Tumbuh Kembang Anak terhadap Pengetahuan dan Ketrampilan Ibu dalam Menstimulasi Tumbuh Kembang Balita di Kabupaten Banjarnegara. Bandung: Universitas Padjajaran.

Mujiati, H. L. (2014). Kesiapan Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Lima Regional Indonesia. Jakarta: Jurnal Media Litbangkes.

Usnawati, D. P. (2014). Pengaruh Pelatihan Safe Injection terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Bidan Desa dalam Pelaksanaan Imunisasi di Kabupaten Magetan. IJEMC, 1, 67-75.

Noflidaputri, R. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas Tanah Garam Kota Solok. Bukit Tinggi: Jurnal Pelaksanaan PONED.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

-----------------------. (2010). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

-----------------------. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pawestri, W. R. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Remaja tentang Seks Pra Nikah. 1, 46-54.

Purnama. (2013). Media dan Metode Penyuluhan yang Efektif bagi Penyuluh Kesehatan. Jawa Tengah: Badan Diklat Propinsi Jawa Tengah.

Riyanto, T. (2010). Memotivasi Diri. Yogyakarta: Kanisius.

Subargus, A. (2011). Promosi Kesehatan melalui Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta: Gosyen Publishing.


Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.