BERAT PLASENTA DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI RUANG BERSALIN RSUD.DR.LOEKMONO HADI KUDUS

Noor Hidayah, Noorhadi Suprayitno, Supardi Supardi

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v11i2.758

Abstract

Berat lahir adalah indikator kesehatan bayi baru lahir. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama kehamilan sangat tergantung pada integritas dan suplai vaskular uteroplasenta. Gangguan pasokan uteroplasenta akan menyebabkan gangguan fungsi plasenta dalam memberikan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk janin. Selama pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Berat plasenta meningkat karena pembentukan vili. Vilus-villus memainkan peran penting dalam mendistribusikan bahan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan untuk janin.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat plasenta dan berat lahir bayi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Dengan pendekatan retrospektif, sampel sebanyak 94 responden melahirkan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, sedangkan pemrosesan data dilakukan dengan uji korelasi Rho Spearmen menggunakan perangkat lunak SPSS 16. Berdasarkan hasil uji korelasi, berat plasenta berhubungan dengan berat lahir bayi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dengan p.value: 0,0001 dan r: 0,495. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara berat plasenta dan berat lahir bayi di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus pada tahun 2018 dan kekuatan hubungannya sudah cukup.

 


Full Text:

PDF

References


Abdurrohman, Muhammad. (2013). Analisis Hubungan Antara Dua Variabel Koefisisen Korelasi Sederhana Lambda.Bandung:ITDS

Arikunto, Suharsini.(2012). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Ashgarnia.(2006).Hubungan Berat Plasenta dengan Karakteristik Maternal dan Neonatal. Jurnal Kesehatan Andalas.

Badan Penelitian Statistik.(2015). Survei Sosial Ekonomi Nasonal (Susenas) Tahun 2010. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan

Baradero, M., Dayrit, & Siswadi, Y. (2000). Klien Gangguan Kardiovaskular Seri Asuhan keperawatan. Jakarta: EGC.

BKKBN. (2008). Kesehatan Reproduksi. Jakarta. BKKBN

Bryant, Allison.(2017). Kelebihan dan Keurangan melahirkan Normal dan Operasi Caesar. (Diakses tanggal 4 Januari 2019, dari https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/kelebihan-dan-kekurangan-melahirkan-normal-vs-operasi-caesar/)

Dinas Kesehatan Kudus.(2015). Profil Kesehatan Propinsi Jawa Tengah: Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

Hidayat, Azis Alimul.(2010). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika

Juniarti, R.(2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Senopati. Jurnal Kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI.(2014). Millenium Development Goals. Jakarta:United Nation

Koehler, J. W. (2004). The theory of culture-specific total quality management: Quality Management in Chinese regions, 29(1), 140–141. Retrieved from http://www.bookfi.org

Kosim,M.S.(2009).Buku AJar Neonatologi.Jakarta:IDAI.

Kurnianingsih, Ika., (2016). Hubungan Berat Badan Bayi Lahir dengan Berat Plasenta pada Ibu Preeklamsi di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Other Thesis Universitas Sebelas Maret.

Mahatmanti, W. F. (2001). Studi adsorpsi Ion Logam Seng(II) dan Timbal(II) Pada Kitosan dan Kitosan-sulfat Dari Cangkang Udang Windu (Penaus monodon). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Manuaba, I. G. (2010).Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan, KB. Jakarta: ECG

Manuaba, I.G.(2007).Penuntun Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: ECG

Masithoh, A. R., & Montairo, E. O. (2015). Motivasi Untuk Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Sebelum Dan Sesudah Pendidikan Kesehatan Tentang Kanker Payudara Padawanita Usia Subur. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 6(1), 1–11. Retrieved from http://ejr.stikesmuhkudus.ac.id/index.php/jikk/article/view/1/1

Mochtar.(2012).Sinopsis bstetri.Jakarta:EGC.

Mukhlisan, H., Liputo, N.I., dan Ermawati .(2013). Hubungan Berat Plasenta dengan Berat Badan Bayi di Kota Pariaman. Jurnal Kesehatan Andalas Volume 2.

Muthoifin, Nuha, & Mujiburohman. (2016). Politik Otonomi Daerah Dalam Bingkai Islam Dan Keindonesiaan. In Prosiding The 3rd University Research Colloquium 2016 (pp. 1–10). Kudus: LPPM STIKES Muhammadiyah Kudus. Retrieved from https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/6706/1.Mutholifin -Perspektif.pdf?sequence=1

Oxom dan Forte.(2003).Patologi dan Fisiologi Persalinan.Jakarta:Garis Buku.

Purwanto, D. (2006). Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga.

Notoatmodjo, Soekidjo.(2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Riwidikdo, Handoko.(2012). Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendekia Press

Sarwono.(2010).Ilmu Kebidanan. Jakarta:PT Bina Pustaka

Setiawan, A. Lipoeto, N. I., dan Izzah, A.Z.(2013). Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III dengan Berat Badan Bayi Lahir di Kota Pariaman. Jurnal Kesehatan Andalas Volume 2

Sugiyono.(2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sulistyaningsih.(2011). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Trianan, A. (2015). Buku Ajar Kebidanan dan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal Penuntun Belajar Mata kulih Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Yogyakarta: Deepublish

Wagiyo.(2014).Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal, Postnatal dan Bayi Baru Lahir.Semarang:PT. Cahaya Sentosa.

Wahyuni, A. Widya.(2015). Hubungan Berat Plasenta Dengan Berat Badan Lahir Bayi Di BPM N Panyalaian. LPPM Stikes Yarsi.

WHO.(2012). Millenium Development Goals. Jakarta:United Nation

Widyastuti D.R.(2013).Panduan Perkembangan Anak usia 0-1 tahun.Jakarta:Pustaka Pembangunan


Article Metrics

Abstract view : 12 times
PDF - 5 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.