ANALISIS SEBARAN DAN DETERMINAN STUNTING PADA BALITA BERDASARKAN POLA ASUH (STATUS IMUNISASI DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF)

Nilatul Izah, EVi Zulfiana, Nora Rahmanindar

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v11i1.764

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai indeks tinggi badan menurut umur kurang dari minus dua standar deviasi atau dibawah rata – rata standar yang ada (ACC/SCN, 2000). Stunting pada anak merupakan indikator utama untuk menilai kualitas modal sumber daya manusia dimasa medatang. Gangguan pertumbuhan yang diderita anak pada awal kehidupan, pada hal ini stunting, dapat menyebabkan kersakan yang permanen. Keberhasilan perbaikan ekonomi yang berkelanjutan dapat dinilai dengan berkurangnya kejadian stunting pada anak – anak usia dibawah 5 tahun (UNSCN, 2008). Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting, pola asuh pada balita turut berkontribusi terhadap kejadian stunting dimana salahsatu dari pola asuh yaitu status pemberian imunisasi pada balita dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis sebaran dan determinan stunting berdasarkan pola asuh (status imunisasi dan pemberian ASI eksklusif) pada balita usia 6 – 59 bulan. Penelitian merupakan jenis kuantitatif dengan desain casecontrol. Sampel penelitian diambil secara consecutive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelompok kasus dan kontrol yang dipilih dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Kelompok kasus yang terdiri dari ibu balita usia 6 – 59 bulan yang mengalami stunting dan kelompok kontrol yang terdiri dari ibu balita usia 6 – 59 bulan yang tidak mengalami stunting (normal). Hasil penelitian menunjukkan status imunisasi tidak berpengaruh terhadap  kejadian stunting, pemberian ASI eksklusif berpengaruh terhadap kejadian stunting

Full Text:

PDF

References


Arisman. 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi: Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.

UNSCN.2008. “6” Report on The World Nutrition Situation, Progress in Nutrition”. Diakses pada 20 Januari 2019 dari www.unscn.org.

Permata, Y. L. 2009. Kelengkapan Imunisasi Dasra Anak Balita dan Faktor – faktor yang Berhubungan di Rumah Sakit Mary Cileungsi Hijau Bogor, Maret 2008 (Skripsi). Jakarta: FK UI.

Milman, Anna, et al. 2005. “Differential Improvement among Countries in Child Stunting Is Associated with Long-Term Development and Specific Interventions”. The Journal of Nutrition, 135: 1415-1422. Diakses pada 19 Januari 2019 dari www.ncbi.nlm.nih.gov.

Yimer, G. 2000. “Malnutrition Among Children in Southern Ethiopia: Levels and Risk Factors”. Ethiop. J. Health Dev, 14(3): 283-292. Diakses pada 14 januari 2019 dari www.ejhd.uib.no.

Neldawati.(2006). Hubungan Pola Pemberian Makanan pada Anak dan Karakteristik Lain dengan Status Gizi di Laboratorium Gizi Masyarakat. Puslitbang Gizi dan Makanan (P3GM) (Analisis Data Sekunder Data Balita Gizi Buruk Tahun 2005). Depok: FKM UI.

Kumar, Dinesh, el al. 2006. :Influence of Infant-feeding Practices on Nutritional Status of Under-five Children”. Indian J Pediatr, 73 (5): 417-421. Dialses pada 8 Maret 2019 dari www.ncbi.nlm.nih.gov.

Kementrian Kesehatan. 2010. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2010. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Istifitriani, N. 2011. Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI dan Faktor Lain dengan Status Gizi Baduta di Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2011 (Skripsi). Depok: FKM UI.

Indriyani. 2011. Hubungan antara Pola Asuh Gizi dan Faktor Lain dengan Status Gizi Balita (12 – 59) bulan di Kelurahan Sindangrasa Bogor Tahun 2011 (Skripsi). Depok: FKM UI.

Oktavia, R. 2011. Hubungan Pengetahuan Sikap dan Perilaku Ibu dalam Pemebrian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Baduta di Puskesmas Biaro Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Tahun 2011 (Skripsi). Depok: FK UI.


Article Metrics

Abstract view : 172 times
PDF - 185 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.