KEJADIAN CEDERA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR: STUDI DESKRIPTIF

Usman Usman, Almumtahanah Almumtahanah, Uji Kawuryan, wuriani wuriani

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v12i1.831

Abstract

Abstrak

Setiap tahunnya angka kejadian cedera pada anak usia Sekolah Dasar selalu mengalami peningkatan secara dramatis. Kejadian cedera tersebut disebabkan oleh factor internal maupun factor eksternal salah satunya adalah di lingkungan Sekolah. Lingkungan Sekolah yang kurang baik, maka Anak akan mengalami resiko tinggi cedera. Dampak cedera yang paling parah yang akan ditimbulkan adalah kecacatan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiko kejadian cedera pada Anak usia Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan kuota sampling yang dilakukan pada bulan Januari 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 250 siswa yang terbagi atas 125 siswa di SDN 11 Terentang Kubu Raya dan 125 siswa di SDIT Almumtas Pontianak. instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan deskriptif frekuensi dengan SPSS versi 15. Hasil penelitian pada tingkatan cedera, siswa laki-laki mengalami cedera berat sebanyak 16.8% dan anak perempuan sebanyak 4.4%. Jenis cedera yang paling banyak dialami adalah luka gores sebanyak 26.7% pada siswa laki-laki dan 42.3% pada siswa perempuan. Simpulan penelitian ini adalah masih ada siswa Sekolah Dasar yang mengalami cedera berat, baik siswa laki-laki maupun siswa perempuan.

Kata Kunci: Cedera Fisik, Anak Usia Sekolah, Sekolah Dasar

 

Abstract

Every year the incidence of injuries in elementary school, children has always increased dramatically. The injury caused by internal and external factors, one of which is in the School environment. The school is bad  environment, then the child will experience a high risk of injury. The most severe impact of injury that will be caused is a disability in children. This study aims to determine the picture of the risk of injury in elementary school to children. The research method used is descriptive cross sectional approach. Sampling Technique  used a quota sampling conducted in January 2020 with a total sample of 250 students divided into 125 students at SDN Terentang Kubu Raya and 125 students at SDIT Almumtas Pontianak. This research instrument used a questionnaire. Analysis used descriptive frequency with SPSS version 15. The results of the study at the level of injury, male students suffered severe injuries as much as 16.8% and girls as much as 4.4%. The most common type of injury was scratches as much as 26.7% in male students and 42.3% in female students. The conclusion of this study is there are still elementary school students who have suffered serious injuries, both male and female students.
Keywords: Physical Injury, Child School, Elementary School


Full Text:

PDF

References


Branche, C., Ozanne-Smith, J., Oyebite, K., & Hyder, A. A. (2008). World report on child injury prevention. World Health Organization.

Chakravarthy, B., Anderson, C. L., Ludlow, J., Lotfipour, S., & Vaca, F. E. (2012). A geographic analysis of collisions involving child pedestrians in a large Southern California county. Traffic injury prevention, 13(2), 193-198.

Dewi, A. P. (2015). Gambaran Tingkat Risiko Cedera pada Anak Usia Sekolah (Doctoral dissertation, Riau University).

Gina, R. (2018). Asuhan keperawatan pada tn. F dengan cedera kepala ringan dan fraktur ektremitas dengan aplikasi guided imagery untuk menurunkan nyeri diruangan recovery room (rr) bedah rsup dr. M. Djamil padangKliegman, R. M., Behrman, R. E., Jenson, H. B., & Stanton, B. M. (2007). Nelson textbook of pediatrics e-book. Elsevier Health Sciences.

Kemenkes, R. I. (2013). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013. Kemenkes RI. Jakarta.

Kuschithawati, S., Magetsari, R., & Ng, N. (2007). Faktor Risiko terjadinya cedera pada anak usia sekolah dasar. Berita Kedokteran Masyarakat, 23(3), 131.

Latifah, U. (2017). Aspek perkembangan pada anak Sekolah Dasar: Masalah dan perkembangannya. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 1(2), 185-196.

Morrongiello, B. A., Walpole, B., & McArthur, B. A. (2009). Brief report: Young children's risk of unintentional injury: A comparison of mothers’ and fathers’ supervision beliefs and reported practices. Journal of Pediatric Psychology, 34(10), 1063-1068.

Santrock, J. W. (2008). A topical approach to lifespan development (M. Ryan, Ed. New York, NY: McGraw-Hill Companies, Inc.(Original work published 2002), pgs, 26(30), 478.

Sethi, D. (2008). European report on child injury prevention. WHO Regional Office Europe.

Sumargi, A. M., Christanti, F. D., & Simanjuntak, E. (2007). Analisis Motivasi Belajar Ekstrinsik dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa, dalam Insan Media Psikologi.

Wibowo, M., & Ariyanto, A. (2017). Perbedaan pengaruh ladder drill dan jump to box terhadap kelincahan pada pemain futsal post cedera hamstring Woods, D. T., Catroppa, C., Godfrey, C., & Anderson, V. A. (2014). Long-term maintenance of treatment effects following intervention for families with children who have acquired brain injury. Social Care and Neurodisability


Article Metrics

Abstract view : 43 times
PDF - 17 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Universitas Muhammadiyah Kudus - LPPM Universitas Muhammadiyah Kudus
Jl. Ganesha 1 Purwosari Kudus 59316
Tel/ Fax +62-291-437218   Email : lppm@umkudus.ac.id

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Indexed by:

                        

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.