POLA MENSTRUASI DENGAN TERJADINYA ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

dwi astuti, Ummi Kulsum

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v11i2.832

Abstract

ABSTRAK

Latar Belakang: Anemia adalah keadaan di mana terjadi penurunan jumlah massa eritrosit yang ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan hitung eritrosit. Sintesis hemoglobin memerlukan ketersediaan besi dan protein yang cukup dalam tubuh. Protein berperan dalam pengangkutan besi ke sumsum tulang untuk membentuk molekul hemoglobin yang baru. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Remaja putri memiliki risiko 10 lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Di Indonesia terdapat empat masalah gizi remaja yang utama yaitu Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI), dan Kurang Vitamin A (KVA).  Anemia gizi merupakan masalah gizi yang paling utama di Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Anemia gizi dapat disebabkan karena kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin yaitu besi, protein, Vitamin C, Piridoksin, Vitamin E. Tujuan: Untuk mengetahui Hubungan pola Menstruasi dengan terjadinya anemia pada remaja putri di MA Yassin Kebonagung Demak. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 36 orang. Hasil : Sebagian besar responden mempunyai pola menstruasi normal sebanyak 25 orang (69,4%) dan pola menstruasi tidak normal sebanyak 11 orang (30,6%), sebagian besar responden tidak mengalami anemia sebanyak 17 orang (47,2%), dan paling anemia berat sebanyak 0 orang (0%). Kesimpulan : Setelah dilakukan tabulasi silang, maka dilakukan analisis dengan menggunakan Rank Spearman dan diperoleh nilai p value sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, ada hubungan pola menstruasi dengan terjadinya anemia pada remaja putri di SMK Kesuma Margoyoso Pati tahun 2019.

 

Kata kunci                     : Pola Menstruasi, anemia, remaja putri

 

ABSTRACT

 

Background: Anemia is a condition in which a decrease in the number of erythrocyte mass is shown by a decrease in hemoglobin levels, hematocrit, and erythrocyte count. Hemoglobin synthesis requires the availability of sufficient iron and protein in the body. Proteins play a role in transporting iron to the bone marrow to form a new hemoglobin molecule. Young women are one group that is prone to anemia. Young women have a greater risk of suffering from anemia compared to young men. This is because girls experience menstruation every month and are in their infancy so they need more iron intake. In Indonesia there are four main adolescent nutritional problems namely Protein Energy Deficiency (PEM), Iron Nutrition Anemia (AGB), Iodine Deficiency Disorders (IDD), and Vitamin A Deficiency (KVA). Nutritional anemia is the most important nutritional problem in Indonesia, which is caused by iron deficiency. Nutritional anemia can be caused due to lack of nutrients that play a role in the formation of hemoglobin, namely iron, protein, Vitamin C, pyridoxine, Vitamin E. Objective: To determine the relationship between menstrual patterns and the occurrence of anemia in young women in the Yassin Kebonagung Demak MA. Method: This study uses analytical correlation with a cross sectional approach with a sample of 36 people. Results: Most respondents have a normal menstrual pattern as many as 25 people (69.4%) and abnormal menstrual patterns as many as 11 people (30.6%), most of the respondents did not experience anemia as many as 17 people (47.2%), and most anemia is severe as many as 0 people (0%). Conclusion: After cross tabulation, analysis is performed using Rank Spearman and p value is obtained at 0.001 <0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. So, there is a relationship between menstrual patterns and the occurrence of anemia in young women in SMK Kesuma Margoyoso in 2019.

Keywords             : Menstruation pattern, anemia, young women

 


Full Text:

PDF

References


Agus, ZAN. Pengaruh Vitamin C Terhadap Absorpsi Zat Besi pada Ibu Hamil Penderita Anemia. In: MEDIKA Jurnal Kedokteran dan Farmasi. Vol. XXX; p. 496 – 499. 2014

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2012

Almatsier. Gizi Seimbang Dalam Daur Ulang Kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2011

Arikunto, S. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan. Jakarta : Rineka Cipta. 2010

Arisman. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC; 2010.

Azwar. Metode Penelitian. Yogyakarta : Banyu Media. 2009

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2016.

Baiq Nurlaily Utami, Surjani, Eko Mardiyaningsih. Hubungan Pola Makan Dan Pola Menstruasi Dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 10, No.2, Juli 2015

Djaeni, A. S. Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat. 2010

Fatmah. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 2012

Gallagher ML. The Nutrients and Their Metabolism. In: Mahan LK, Escott- Stump.S. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy. 12th edition. Philadelphia: Saunders; 2008.

Hestiantoro, Andon. 2009. “Haid Tidak Teratur, Kehamilan Sulit Didapat.(Online).(http://-www.cyberforums.us/showpost.php?p:300370&postcount:1diaksestanggal 21Januari 2011).

Hidayat, Aziz Alimul. Metode Penelitian Kebidanan Dan Teknik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika. 2010

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mother's Day. In: Indonesia KKR, editor. Jakarta. 2014

Machfoedz. Metodologi penelitian. Yogyakarta : Fitramaya. 2009

Moehji, S. Ilmu Gizi 2. Jakara: Papas Sinar Sinanti. 2013

Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan Edisi Revisi, Jakarta : Rineka Cipta. 2010

Nursalam. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. 2010

Nursalam. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. 2013

Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirahardjo. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo. 2009

Primasnia. Factor- factor yang berhubungan dengan status anemia pada remaja putri di wilayah Kota Depok. 2013

Proverawati dan Asfuah. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan.Yogyakarta: Nuha Medika. 2009

Sarlito Wirawan Sarwono. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. 2012

Saryono. Metodologi Penelitian Dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika. 2010

Saryono. Sindrom Premenstruasi. Yogyakarta: Nuha Medika. 2009

Sediaoetama AD. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid I. Jakarta: Dian Rakyat; 2011

Smeltzer & Bare. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth (Ed.8, Vol. 1,2). Jakarta: EGC. 2012

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R & D. Bandung:

Alfabeta. 2010

Supariasa IDN. Pendidikan dan Konsultasi Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran. EGC; 2014

WHO. Haemoglobin concentrations for diagnosis of anemia and assessment of severity. Vitamin and Mineral NutritionInformation System. World Health Organization: Geneva. 2014

Widyastuti, P; Hardiyanti, E. A. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC. 2008


Article Metrics

Abstract view : 25 times
PDF - 18 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.