ANALISIS PRAKTIK TRADISIONAL BERBAHAYA: SUNAT PEREMPUAN SEBAGAI INDIKATOR KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF AGAMA, TRANSKULTURAL, DAN KESEHATAN REPRODUKSI DI KABUPATEN SUMBAWA

Evie Sulahyuningsih, Yasinta Aloysia Daro, Alfia Safitri

DOI: http://dx.doi.org/10.26751/jikk.v12i1.916

Abstract

Sunat perempuan atau Female Genital Mutilation (FGM) tidak memiliki manfaat secara kesehatan justru jika dilaksanakan secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang bagi perempuan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis praktik tradisional berbahaya: sunat perempuan sebagai indikator kesetaraan gender dalam perspektif agama, transkultural, dan kesehatan reproduksi di Kabupaten Sumbawa. Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Jumlah partisipan 19 orangyang dipilih dengan teknik  purposive sampling terdiri dari 5 partisipan tenaga kesehatan, 3 pemangku kebijakan, 5 tokoh agama,  1 pakar hukum,  2 partisipan tokoh adat dan 3 tokoh masyarakat.Hasil penelitian adalah sunat perempuan merupakan aturan dan syiar dalam Islam. Sunat perempuan tidak dikaitkan dengan kesetaraan gender, tetapi pelaksanaannya didasarkan pada tuntutan kebiasaan atau budaya setempat dan tuntunan agama Islam. Ditinjau dari aspek kesehatan resproduksi sunat perempuan dipandang tidak memiliki manfaat. Tindaklanjut perlunya pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa terkait pelaksanaan sunat perempuan dan disosialisasi kepada intansi-intansi terkait serta masyarakat sehingga peraturan tersebut dapat dilaksanakan. Kesimpulan penelitian adalah praktik sunat perempuan masih dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Sumbawa dimana pelaksanaannya tidak dikaitkan dengan kesetaraan gender, tetapi didasarkan pada tuntutan budaya setempat dan tuntunan agama Islam.


Full Text:

PDF

References


Afiyanti, Y. dan Rachmawati, IN. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Riset Keperawatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ahmed, H.M., Kareem, M.S., Shabila, N.P.,and Mzori, B.Q.(2018).Knowledge and perspectives of female genital cutting among the local religious leaders in Erbil governorate, Iraqi Kurdistan region. Reproductive Health, 15:44. DOI 10.1186/s12978-018-0459-x.

Ariesta, P.S.R. (2018). Praktik Sunat Anak Perempuan (Study tentang Relasi Kuasa dan Reproduksi Kuasa dalam Sunat Perempuan dalam Perspektif Gender.

Arora,K.S., and Jacobs, A.J.(2016). Female genital alteration: a compromise solution.BMJ Publishing Group Ltd under licence. doi:10.1136/medethics-2014-102375.

Berg,R.C.,Odgaard-Jensen,J.,Fretheim, A.,Underland,V., andVist, G.(2014).AnUpdatedSystematicReviewandMeta-AnalysisoftheObstetric ConsequencesofFemaleGenitalMutilation/Cutting.HindawiPublishingCorporationObstetricsandGynecologyInternational.http://dx.doi.org/10.1155/2014/542859.

Braun, V. and Clarke, V. (2014). Successful QUALITATIVE RESEARCH. https://doi.org/9781847875815.

Chikhungu, L.C., and Madise, N.J. (2015). Trends and protective factors of female genital mutilation in Burkina Faso: 1999 to 2010. International Journal for Equity in Health, 14:42, DOI 10.1186/s12939-015-0171-1.

Convention on the Rights of the Child.(2012).Concluding observations on the combined third and fourth periodic report of Austria, adopted by the Committee at its sixty-first session (17 September – 5 October2012). Austria: Committee on the Rights of the Child.

El-Damanhoury.(2013).TheJewishandChristianviewonfemalegenital mutilation. AfricanJournalofUrology, 19:127–129.http://dx.doi.org/10.1016/j.afju.2013.01.004.

Fauziah,R., Mulyana,N., and Raharjo, S.T.(2015).PengetahuanMasyarakatDesaTentangKesetaraan Gender.Prosiding KS: Riset& PKM, 2(2). ISSN: 2442-4480.

Fauziyah, S. (2017). Tradisi Sunat Perempuan di banten dan Implikasinya terhadap Gender, Seksualitas, dan Kesehatan Praktik Resproduksi. Jurnal Agama dan Budaya. 15 (2), 135-182.

Gomaa, A. (2013). TheIslamic view on femalecircumcision.AfricanJournalofUrology, 19:123-126. http://dx.doi.org/10.1016/j.afju.2013.02.007.

Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif : Teori dan Praktik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Hodijah, S.N., Kartika, D.A., Sandiata, B., Sicillia, G. (2018). Persimpangan Antara Tradisi dan Modernitas (Hasil Kajian Kualitatif pemotongan/Perlukaan Genitalia Perempuan (P2GP) di 10 Provinsi 17 Kabupaten/Kota. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. ISBN 978-602-330-026-6.

Herdiansyah, H. (2013). Wawancara, Observasi, dan Focus Groups sebagai Instrumen Penggalian Data Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Husein, M. (2001). Fiqh Perempuan: Reflesi Kiai atas Wacana Agama dan gender. Yogyakarta: LKiS. Edicsi Ke-q.

Hutson, J.M. (2004).Circumcision:asurgeon’sperspective.JMedEthics2004;30:238–240.doi:10.1136/jme.2003.001313.

International Covenanton Civil and Political Rights (CCPR). (2012).Consideration of reports submitted by States parties under article 40 of the Covenant. Kenya:Human Rights Committee.

Jacobs, A.(2013).The Ethics of Circumcision of Male Infants.Research Gate.In The Israel Medical Association journal: IMAJ, Vol 15.https://www.researchgate.net/publication/236040541.

Jurnal Tesis Program Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlanggga Surabaya

Kaplan,A., Hechavarría, S., Martín, M.,andBonhoure, A.(2011). Health consequences of female genitalmutilation/cutting in the Gambia, evidence intoaction.Reproductive Health, 8:26.http://www.reproductive-health-journal.com/content/8/1/26.

Khosla,R., Banerjee,J., Chou, D., Say, L.,andFried, S.T.( 2017). Gender equality and human rightsapproaches to female genital mutilation: areview of international human rights normsand standards.Reproductive Health 14:59.DOI 10.1186/s12978-017-0322-5.

Mahjuddin. (2012). Masa ‘il al-Fiqhiyyah. Jakarta: Kalam Mulia.

Majelis Ulama Indonesia. (2008). Konsideran Fatwa MUI-DIY No. 9A Tahun 2008.

Moleong, L.J. (2014).Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Dosdakarya.

Oktarini. (2011). Permenkes Sunat Kaum Perempuan: Pro dan Kontra Antara Tradisi dan Perlindungan Kepentingan Perempuan. JurnalManajemenPelayananKesehatan, Vol. 14, No. 4 Desember 2011.

Pamungkas, R.T. (2014). Tradisi Khitan pada Perempuan Desa Brengosan, Krakitan Rowo Jombor, Kabupaten Klaten. Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Pawestri, W. (2016). Prosesi Upacara Tetesan dalam Serat Oamutan Tetesanipun Bandara Raden Ajeng Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawarhani. Jumantara, 7 (2), 333-352.

Permenkes RI Nomor 1636/Mnks/PerXi/2010 Tentang Sunat Permpuan.

Permenkes RI Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Pencabutan Permenkes 1636/Mnks/PerXi/2010 Tentang Sunat Permpuan.

Rokhmah, I., & Hani, U. (2015). Sunat Perempuan dalam Perspektif Budaya, Agama dan Kesehatan (Studi Kasus di Masyarakat Desa Baddui Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan). Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 11 (2), 103-111.

Profil Daerah Kabupaten Sumbawa. Diakses tanggal 2 Oktober 2019.http://www.sumbawakab.go.id/statistik-daerah..html.

Riskesdas. (2013). Diakses tanggal 10 Juli 2018. www.depkes.go.id

Serour, G.I. (2013). Medicalization of female genital. AfricanJournalofUrology,19:145-149. http://dx.doi.org/10.1016/j.afju.2013.02.004.

Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sulaeman, E.S. 2015. Metode Penelitian Kualitatif dan Campuran dalam Kesehatan Masyarakat. Surakarta: Universitas Press.

Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Nomor Hk.00.07.1.3.1047a Tahun 2006 tentang Larangan Medikalisasi Sunat.

United Nations Development Programme (UNDP).(2018).Goal 5: Gender Equality.Diaksestanggal 5 Juli2018. https://www.undp.org/content/undp/en/home/sustainable-development-goals/goal-5-gender-equality.html

United NationsGeneral Assembly (UNGA).(2012). Ending female genital mutilation. Third Committee, the Secretariat.A/C.3/67/L.2.

Voaindonsia. (2018). Wewenang Larangan Sunat Perempuan di AS. Diakses 5 Juli 2018. http://www-voaindonsia-com.cdn.ampprojct.

Wardhina, F. & Susanta, B. 2017. Sikap Ibu terhadap Larangan Sunat pada Anak Perempuan di Kabupaten Banjar. Jurkessia. 8 (1), 14-18

Wikipedia. (2018). Kesetaraan Gender. Diaksestanggal 16 Agustus 2018. https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kesetaraan_gender&oldid=13684606.

WHO.(2016).Female genital mutilation (FGM) and harful practices.Diakses 3 Juli2018. http://www.who.Int/reproductivhealth/publicationsfgm/en/

.(2018). Female genital mutilation.Diakses 3 Juli2018.https://www.who.int/reproductivehealth/topics/fgm/prevalence/en/

Zamroni, I. (2011). Sunat Perempuan Madura (Belenggu Adat, Normativitas Agama, dan Hak Asasi Manusia). KARSA. 19 (2).

Zamzami, M. (2017). Perempuan dan narasi Kekerasan: Analisa Hukum dan Medis Sirkumsisi Perempuan. Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum. 51 (1), 1-26.


Article Metrics

Abstract view : 262 times
PDF - 282 times

Refbacks



Universitas Muhammadiyah Kudus - LPPM Universitas Muhammadiyah Kudus
Jl. Ganesha 1 Purwosari Kudus 59316
Tel/ Fax +62-291-437218   Email : lppm@umkudus.ac.id

Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Indexed by:

                        

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.